<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d35515654\x26blogName\x3dSeruput\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttps://seruput.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://seruput.blogspot.com/\x26vt\x3d-8552764801363357580', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>


Dan Hujan Pun Ikut Berbahagia

Tahun lalu, kau berjanji padaku, bahwa kau akan menikah tahun depan. Waktu itu hujan gerimis. Dan aku pun berkata, “seandainya pernikahanmu disambut hujan, maka aku yakin Tuhan dan seluruh alam telah merestuimu. Mereka akan mendoakanmu agar keluargamu kelak bahagia.” Aku tidak tahu, kenapa kalimat itu keluar begitu saja dari mulutku. Padahal aku hanya bercanda, menghayal sesuatu yang aku tahu itu tidak mungkin. Kau mempercayainya begitu saja sambil berkata, “OK, kita lihat saja. Hujan akan turun dalam pesta perkawinanku.” Aku hanya bisa tersenyum mendengarkan ucapanmu. Lucu, lugu, polos. Aku juga tidak mempercayaimu kalau kau akan menikah di sini, Kairo.

Dua bulan yang lalu, kau mengabari aku bahwa kau akan menikah dengan gadis yang baru akrab denganmu. Aku kira kau hanya main-main saja. Aku salah. Kau tetapkan tanggalnya, tempatnya, dan semua acaranya. Woww, gila saja. Sungguh aku tidak percaya, keputusanmu sungguh cepat. Dan calon istrimu, siapapun tidak bisa memprediksikan bahwa kau akan menikah dengannya. Unpredictable. Kau hebat, Kau peracaya dengan apa saja yang aku ucapkan. Bahkan ucapanku yang aku anggap hanya sebagai lelucon, kau pun mempercayainya. Kau percaya aku sepenuhnya. Sekarang, aku yakin bahwa kau adalah orang yang sangat istimewa. Suatu saat kau pasti akan menjadi orang hebat.

Hari ini, 3 Februari, hari yang kau tetapkan sebagai akad sekaligus pesta perkawinanmu dua bulan yang lalu. Hari yang sangat istimewa bagimu. Sungguh, aku tidak menyangka, perhitunganmu sangat tepat. Gerimis hujan dari tadi pagi tidak berhenti. Sepertinya, hujan ini mengerti kata-katamu. Kata-kata yang kau ucapkan dengan penuh keyakinan. Sepertinya hujan telah merekam kata-kata yang kau ucapkan tahun lalu itu. Sungguh, keyakinan, kemantapan hatimu itulah kekuatanmu. Dan hujan pun ikut berbahagia menyambut hari bahagiamu ini. Sobat, aku tidak akan pernah bisa melupakan kejadian ini. Sampai kapan pun, aku akan tetap mengingatnya. Selamat Menempuh hidup baru, semoga berbahagia. Mudah-mudahan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, dan dikarunia anak yang melimpah. Amien..

« Home | Next »
| Next »
| Next »
| Next »
| Next »
| Next »
| Next »
| Next »
| Next »
| Next »

» Post a Comment