<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d35515654\x26blogName\x3dSeruput\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://seruput.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://seruput.blogspot.com/\x26vt\x3d5858505070084369910', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>


Error Lagi

Wednesday, July 30, 2008

error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.

error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.

error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.

error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.

error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.

error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.

error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.

error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.

error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.

error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.

error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.

error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.

error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.error.

fix me please. if you can repair me, you got my heart.

Error

Thursday, July 24, 2008
Maaf. Sementara aku error.

i'm Sick

Saturday, July 19, 2008
Tidak ada yang istimewa. Semua berjalan lancar. Tidak ada halangan sedikit pun. Kalau pun ada, itu hanya kerikil yang tidak perlu dihitung. Normal-normal saja. Hanya saja, saya merasa jenuh. Yeah, i'm sick of routine. Lalu saya berpura-pura seperti sedang menghisap ganja. Saya juga berpura-pura melayang-layang. Nge-fly.

Haha...
Kadang saya tertawa-tawa, pura-pura nangis, dan juga berteriak-teriak. Kalau ada yang melihat, mungkin akan mengatakan kalau saya ini sudah gila. Tapi tidak, tidak ada yang melihatku melakukan semua itu di sini, di kamar ini, sendirian.

Aku ingin ada intro dulu. Aku ingin tenang.

Episode Bingung

Inilah episode yang bingung. Ada yang bilang takdir itu bullshit, ada yang bilang islam salah, ada yang bilang al-qur'an perlu diperbaharui, ada yang bilang poligami tidak cocok di zaman sekarang, ada yang bilang kawin kontrak itu asyik, wueeekk :D

bingung kan? saya sendiri aja bingung. Ada-ada saja. Tapi, inilah kehidupan. Yang perjalanannya selalu misterius dan mengandung tanya.

Cengeng

Monday, July 14, 2008
Kalau kamu ga percaya, ya itu urusan kamu. Yang jelas, hidup itu memang seperti air. Selalu mencari jalan keluar, selalu bergerak, walau dalam ruang hampa sekalipun. Kalau kamu hanya menunggu nasib dengan berpangku tangan saja, mana bisa kamu menjadi dirimu.

Ayohlah, banyak hal yang perlu diselesaikan. Aku tahu, air matamu itu adalah kekuatamu, tapi, bisa nggak sih kamu menyelesaikan masalah tanpa air mata?

Mandi

Kamu bau sekali, cepetan mandi, sono !!!

Ayoh...

Sunday, July 13, 2008
Sebelum saya menulis ini, yang terbayang adalah betapa ngerinya kondisi Ethiopia, betapa mirisnya kondisi Palestina. Tapi, semua itu kalah dengan kondisi Indonesia, bangsa saya, tanah air saya, tempat di mana saya dilahirkan.

Saya merasa sangat prihatin dan merasa harus bergerak, agar Indonesia saya bisa berjaya.

Mulai sekarang, ayohlah...ayoh semua...kita bangun bangsa kita ini. Tidak ada kata lain, selain berjuang bersama-sama.

Percaya donk...

Sunday, July 06, 2008
Inilah Indonesia. Negeri yang diperjuangkan dengan darah dan air mata. Kini, para penerusnya hanya bisa mengganti posisi sang penjajah. Rakyatnya pun hanya menjadi kuli di negeri sendiri. Lihat saja, pemilik sahamnya orang asing, sementara pekerjanya adalah orang Indonesia.

Pak presiden, pejabat-pejabat, para pelaku ekonomi, please deh. Yakinlah, anak bangsa bisa mengolah sumber daya alam kita. Ga usah jor-joran semuanya dijual ke orang asing. Sumpah... Anak Bangsa kita sendiri pasti bisa mengolah semuanya dengan lebih baik daripada orang-orang asing itu. Ayolah, percayalah kepada rakyatmu. Bukankah kau minta kepercayaan dari mereka? seharusnya kau juga harus percaya kepada mereka.

Aneh, Setelah penjajah asing pergi, kini penjajah negeri sendiri yang menggantikan posisi?

Bikin Puisi

Tanggal 3 juli kemarin, seorang sahabat menjalani sunnha rasul yang katanya adalah setengah dari bagian agama. Ya, temanku telah melangsungkan pernikahannya. Lalu iseng-iseng aku bikin-bikin puisi. coba saja dibaca. Selamat menikmati.

Banjir Senja
“Kairo banjir senja,” katamu
Aku nyengir tak terkira mendengar teriakanmu
Lalu kau menunjukkan aku dengan matamu
“Senja itu yang melekat di hatiku”

Kuperhatikan, senja itu redup
Aku tak bisa melihat wajahnya yang [mungkin] ayu
Aku hanya bisa melihat cahaya matanya yang semu
Kemudian kau mulai membaca puisi kekecewaanmu

O, wahai senja yang semu
Ternyata kau bukan milikku
Kau lebih memilih waktu,
Bukan aku

Lalu aku mencoba menghiburmu
Mengajakmu minum susu
Di tepi kali waktu
Sambil menatap senja berwarna ungu
Matamu bersinar seperti lampu
Kau bilang aku buta warna, katamu
Senja itu berwarna jingga, bukan ungu
“ini dia senjaku,” lirihmu


Perempuan Senja
Senja itu
Kita makan bertiga bersama seorang kawan
Lalu ketika datang seorang perempuan
Kau lekas-lekas menyerah
Padahal biasanya, kau rakus tak karuan
Kutanya,”sudah kenyang, Kawan?”
“Ada senja yang lebih mengenyangkan,” jawabmu spontan


Senjamu Terlalu Gemuk
Senjamu itu terlalu gemuk
Apa kau tidak takut
kalau tak ada tempat untuk-Nya di rumahmu


Terlena
Kau asyik sekali bermain-main dengan senja
Hingga lupa waktu untuk memuja

Perempuan Subuh

Tuesday, July 01, 2008
Inilah tanah. Inilah tanah yang membuat aku selalu merasa menjadi iblis.

Setiap melihat kendaraan yang berlalu lalang seenaknya, aku selalu bersorak. Tapi ketika melihat keledai yang merambat teratur, aku mengutuk sampur. Aku memang tidak bisa lagi berkata apa-apa selain mengatakan “aku ingin menikmati bintang.” Ya, aku ingin menikmati bintang. Dari sini, dari tanah ini. Sambil bibir sibuk menghisap hookah dan menyeruput segelas teh manis.

Aku hanya bisa bercakap dengan bayanganku sendiri yang selalu setia menemaniku. Aku bangga padanya. Ia tetap setia, walau sebenarnya ia ingin selingkuh. Ia terkekang, walaupun sebenarnya ingin bebas melayang. Pagi ini, tiada yang bisa aku kenang, selain tetes air matamu yang membuatku semakin yakin, bahwa kamu adalah orang terkuat yang aku temui.

Mungkin orang lain akan menganggapmu begitu lemah dan aneh. Tapi mereka bukan aku. Ya, aku, orang yang kau bilang jelek dan aneh ini. Aku...aku...aku yang kau panggil ka’ Hanafi. Selamat tidur perempuan subuh. Selamat tidur. Aku juga ngantuk