<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener("load", function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=35515654&amp;blogName=Seruput&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_BLOGSPOT&amp;navbarType=SILVER&amp;layoutType=CLASSIC&amp;searchRoot=http%3A%2F%2Fseruput.blogspot.com%2Fsearch&amp;blogLocale=en_US&amp;homepageUrl=http%3A%2F%2Fseruput.blogspot.com%2F" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" allowtransparency="true" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div></div>


Syukur

Wednesday, November 18, 2009
Misalkan saja kita ingin bepergian jauh, tapi kita tidak punya bekal yang cukup, apakah kita masih berani melangkah?

pertanyaan itu selalu berputar-putar di kepala ketika saya hendak mewujudkan impian, cita-cita yang dengan susah payah saya bangun. Nyatanya, hidup memang tidak seperti sekadar buang angin, kapan kita mau, kita bisa seenaknya menghembuskannya. Tidak, tidak sesederhana itu. Ada yang mengatakan hidup adalah perjuangan, ada yang bilang sebuah petualangan, ada juga yang bilang kecelakaan, dan masih banyak lagi.

Tapi tentu saja, menurut saya bukan semua itu. Karena hidup adalah anugerah, sebuah kepercayaan dari sang pencipta kepada makhluknya yang berbentuk amanah. Kita dianugerahi segala macam kenikmatan. Tak terhitung nilainya.

Hmmm, dengan selalu mengingat hal itu, saya menjadi sadar, bahwa saya harus tetap beryukur walaupun ada kejadian-kejadian yang tidak sesuai dengan keinginan-keinginan saya, impian saya, cita-cita saya, rencana-rencana saya, dan segala hal yang saya harapkan. Walaupun pada kenyataannya memang terasa sangat sakit. Ya, saya harus tetap bersyukur. Karena dalam hidup ini sebenarnya tidak ada yang namanya nasib buruk. Yang ada adalah nasib baik dalam bentuk yang berbeda.

Ya, saya harus belajar bersyukur. Dari hal sekecil apapun. Sebesar apapun.

Selamat Ultah

Kenyataan memang tidak selalu sama dengan apa yang kita bayangkan. Tapi, walau bagaimanapun juga, hidup adalah anugerah yang wajib kita syukuri. Banyak kejadian yang kadang-kadang berada diluar batas perkiraan kita, diluar batas pikiran kita, diluar batas nalar kita.


Misalnya kita berpikir tentang asal-usul kita sendiri. Lalu kita bertanya-tanya, kenapa kita terlahir ke dunia? Kenapa harus saya, misalnya, yang harus terlahir dari hubungan ibu-bapak saya ? Kenapa harus ada generasi penerus ? atau kenapa saya harus terlahir seperti ini dan kamu seperti itu ? Kenapa, kenapa, kenapa ? Ya, tanya kenapa ? Dengan taanda tanya yang sangat besar.


Ah, itu semua tidak penting, yang paling penting adalah kita sendiri, ya, keinginan-keinginan kita, cita-cita kita, kehadiran kita, dan kemanfaatan kita di tengah-tengah masyarakat kita.


Lebih penting lagi, sekarang adalah hari dimana dua tahun yang lalu adek kecilku terlahir. Ya, mungkin dia tidak tahu apa-apa, mungkin dia bertanya-tanya. Kenapa dia sampai harus menghirup udara di dunia yang sudah tidak nyaman ini. Yang seterusnya akan mengikuti arus kehidupan yang kadang-kadang juga konyol. Gak dinyono-nyono.


Hmmm... Selamat Datang adekku, selamat Ulang Tahun. Berlatihlah mbrangkang, berjalan, dan kemudian berlari. Kalau kamu sudah cerdas, bikinlah sayap, lalu terbanglah ke dunia yang belum pernah kakak jalani. Ya, SELAMAT ULANG TAHUN. Semoga kehadiranmu di dunia ini tidak sekedar tampil dan narsis-narsisan. Tapi ada nilai manfaatnya. Amin ya robbal Alamin. Selamat, jatah hidupmu juga sudah mulai dikurangi.