<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d35515654\x26blogName\x3dSeruput\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://seruput.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://seruput.blogspot.com/\x26vt\x3d5858505070084369910', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>


Tentang Gosip

Monday, February 09, 2009
Beberapa waktu yang lalu, saya mendapat pertanyaan yang sangat serius dari seorang teman. Serius sekali. Dia ingin klarifikasi sebuah kabar. Katanya, ada kabar bahwa saya telah menikah dengan seseorang. Gubrakkkkkkk. . . .

Ah, saya tidak menghiraukan. Buat apa hal semacam itu saya hiraukan. cuman bikin mual saja.

Dua hari berlalu, ada lagi yang mengabari hal yang sama. Tapi ketika saya tanya, kabar itu dari siapa, orangnya menyembunyikan, "Ada deh...," begitu katanya.

Saya jadi merasa aneh. Siapa yang bermain-main dengan gosip semacam ini? lucu aja. Dan saya tidak lagi memperdulikannya lagi. "Sudahlah, itu hanya gosip. Kalau saya married, masa teman-teman yang lain tidak saya undang, ya kan?," Saya memberi penjelasan.

Terakhir, seseorang menelpon saya. Penting katanya.

Isi di dalam telpon itu, intinya adalah sama dengan dua hal di atas. Tentang gosip. Kami berbicara serius di dalam kabel. Ujung-ujungnya, saya tidak tahan. Saya terharu, air mata saya meleleh. Dia juga. Dan....


Aneh. Sudah sedemikian akutkah gosip ini, hingga membuat semua orang jadi gelisah. Fyuhh...

Sampai sya menuliskan ini, saya masih belum tahu, siapa orang di balik ini semua, siapa yang menyebar gosip ini. Saya juga tidak tahu, apa sebenarnya tujuan orang tersebut.

Ah, saya hanya mau berbaik sangka saja.

Maaf

Wednesday, February 04, 2009
Khusus buat : Mbah Nadhief Shidqi

Sungguh, hari ini saya merasa sangat berdosa. Karena saya telah tidak menepati janji. Ya, bagi saya, mengundur waktu tanpa memberi tahu, itu sama artinya dengan tidak menepati janji.

Maka dengan ini, saya ingin menyampaikan:

MOHON MAAF yo, Mbah.

Insya Allah, besok-besok nggak lagi. Saya janji, ini yang pertama dan yang terakhir.

Wassalam.