<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d35515654\x26blogName\x3dSeruput\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://seruput.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://seruput.blogspot.com/\x26vt\x3d5858505070084369910', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>


Kekuatan Bertemu

Dalam momen lebaran tahun 1437 H ini, saya menemukan banyak ungkapan yang cukup menggelitik otak. Jadi mungkin butuh sharing penjelasan. Hehehehe

"Biarpun tidak bertemu badan, yang penting tetap silaturahim. Kan sudah ada WA, Line dan lain sebagainya"

Oke, mungkin kalau hanya teman dan kerabat jauh itu tidak terlalu kepikiran. Tapi kalau untuk keluarga ini, semisal orang tua, anak, istri saudara kandung, atau orang-orang yang dicintai, tentu akan beda.

Saya pribadi beberapa tahun yang lalu pernah bertanya kepada orang tua, "Baiknya saya kirim uang saja atau saya pulang?"

Waktu saya menanyakan itu, saya tahu kondisi orang tua memang sangat membutuhkan biaya. Dan di situlah kebodohan saya. Karena orang tua saya langsung menjawab, "Lek iso, mulih ae. Duwek iso digolek i, Le"  Jawa:"Kalau bisa, pulang saja. Uang bisa dicari, Nak"

Coba seandainya saya tidak menanyakan, cukup dengan mengatakan, "mohon maaf saya tidak bisa pulang, ongkosnya aja yang pulang," maka akan lain ceritanya.

Kenapa saya bilang bodoh? Ya karena saya tahu, orang tua pasti akan selalu merindui anak-anaknya. Dan jika diberi dua pilihan antara uang atau kehadiran anak, pasti pilihannya adalah anak. Ya, saya memang bodoh. Maka tidak banyak bicara, saya pun pulang dengan menggunakan moda transportasi super hemat, agar saya tetap bisa memberikan kelebihan yang terbaik untuk orang tua.

Ya, bertemu itu nikmat. Walaupun selepas pertemuan, akan terlihat biasa-biasa saja. Dari pertemuan itulah menjadi sebuah kekuatan dan tekad untuk meraih sesuatu yang tinggi, ridho orang tua. Ya, karena pada ridho orang tua-lah Allah menitipkan ridhoNya.

Anda masih tidak percaya dengan kekuatan pertemuan/kehadiran?

Dalam final piala eropa 2016 yang baru saja berlalu, Prancis yang banyak berprestasi bertemu dengan lawan yang belum sekalipun meraih tropi piala eropa, Portugal. Di atas kertas, hampir semua orang menjagokan, menebak, atau memprediksi bahwa prancis akan menang mudah. Apalagi setelah mega bintang Portugal yang menjadi tumpuan tim, harus ditandu keluar lapangan karena cidera pada menit ke-25 di babak pertama. Dengan kejadian tersbut, maka tim Prancis makin yakin akan menang, para supporter Portugal melongo, dan mental pemain portugal pun anjlok seketika. Waktu melihat ban kapten diserahkan kepada rekan yang lain, maka itu artinya sang mega bintang tidak lagi bisa melanjutkan pertandingan. Dan pada saat itu tim Portugal seolah-olah akan tamat.

Pertandingan dilanjutkan. Tim Portugal kehilangan konsentrasi. Sang mega bintang ditandu ke ruang perawatan.

Namun tidak berapa lama, sang mega bintang datang kembali ke pinggir lapangan. Walaupun tidak lagi bisa membantu dalam permainan, dia berusaha untuk tetap hadir, bertemu muka dengan rekan-rekan timnya. Lalu memberikan semangat, "kita akan menang". Seketika itu juga Tim portugal mulai naik kembali mentalnya. Para pemain portugal kembali bersemangat, dan mulai rapi menyusun kembali pertahanan dan serangan.

Mungkin karena ketidakpuasan sang megabintang, mendadak di bangku bench dia menjadi asisten pelatih. Dan kepada pengganti, ia memberikan sugesti, "kamu lah yang akan mencetak gol."

Sang pemain pengganti pun sangat bersemangat, percaya diri dan ingin membuktikan pujian sang mega bintang. Puncaknya sang pemain pengganti, berhasil membuahkan satu-satunya gol yang mengantarkan tim portugal pada kemenangan. Piala Eropa pun diraih. Siapa pemain pengganti yang dimaksud? dialah Eder. Seorang pemain yang tidak dperhitungkan, bahkan di klub asalnya pun tidak punya prestasi gemilang, sampai-sampai dibillang pemain buangan. Tapi siapa sangka, dialah yang akan mencetak gol kemenangan.

Semua itu tidak lain karena kehadiran sang mega bintang di tepi lapangan, pertemuan Eder dengan sang mega bintang, dan semangat untuk mempersembahkan yang terbaik untuk yang dihormati dan dicintainya.

Bagaimana, masih meragukan kekuatan pertemuan?

Pulanglah, Kawan! temui ibumu. Juga bapakmu. Cium tangannya, peluklah dia, dan mohon maaflah kepadanya. Bagaimanapun juga surgamu tergantung kepada bagaimana engkau memperlakukan mereka.

Pulanglah, kawan!


« Home | Next »
| Next »
| Next »
| Next »
| Next »
| Next »
| Next »
| Next »
| Next »
| Next »