<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d35515654\x26blogName\x3dSeruput\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://seruput.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://seruput.blogspot.com/\x26vt\x3d5858505070084369910', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>


Kota Kenangan

Setelah beberapa tahun berlalu, baru hari ini aku bisa mengunjungi kota ini lagi. Dan aku merasakan bahwa aku kembali ke masa lalu, masa dimana darah mudaku begitu mendominasi.

Ya, kota ini adalah kota kenangan. Dimana teh bawang putih adalah minuman khas yang tak pernah selesai diingat.

Ah, kota ini memang menyisakan ingatan. Tentang stasiunnya yang anggun, becaknya yang kocak, rumah makan apungnya yang menawan.

Terima kasih kota kenangan.

Bangil,
24 oktober 2016

« Home | Next »
| Next »
| Next »
| Next »
| Next »
| Next »
| Next »
| Next »
| Next »
| Next »